CALIFORNIA â" White abalone (tiram putih), kerang langka yang hidup di laut, pantai California Selatan ini mengalami penurunan populasi yang drastis selama satu dekade terakhir. Studi mengenai biota laut itu pun menunjukkan bahwa kerang laut tersebut terancam punah.
Dilansir Latimes, Kamis (5/7/2012), hasil penelitian yang diterbitkan pekan ini, ilmuwan dari National Oceanic and Atmospheric Administration melaporkan "penurunan dramatis dan berkelanjutanâ dalam populasi kerang laut bercangkang keras. Sebuah tren yang menunjukkan hasil memburuk, sejak mereka dilindungi dari penangkapan biota laut yang berlebihan pada 1990-an.
Â
Melalui survey bawah laut menemukan adanya penurunan sekira 78 persen pada jumlah tiram putih di lepas pantai San Diego sejak 2002. Dengan sebagian dari populasi mereka yang tersisa, yang juga telah memiliki u sia yang tua atau terisolasi satu sama lain, mereka tidak bisa lagi bereproduksi.
Â
Para peneliti mengatakan, tanpa kemampuan untuk menelurkan generasi baru, biota laut yang mengalami penuaan dan mampu hidup sampai 35 tahun itu, tidak akan dapat melanjutkan keberlangsungan hidup spesiesnya.
Â
âPada titik inilah, tanpa campur tangan manusia, spesies itu bisa punah di dalam kehidupan kita,â ujar Melissa Neuman dari NOAA National Marine Fisheries Service, penulis studi sekaligus kordinator pemulihan tiram putih.
Â
âStudi ini menyoroti tentang pentingnya penangkaran,â kata Kevin Stierhoff, penulis utama dalam studi dan riset biologi perikanan dari NOAA Southwest Fisheries Science Center di La Jolla. Ia mengatakan bahwa University of California, Aquarium of the Pacific dan Cabrillo Marine Aquarium tengah bekerja pada program penangkaran tiram putih tersebut.
(fmh)
Rabu, 04 Juli 2012
Spesies Kerang Laut Ini Diambang Kepunahan
Tips Efektif Mencuci Tangan
Mencuci tangan agar terbebas dari kuman tidak hanya memperhatikan proses pencuciannya, tapi juga pengeringannya. Beriktu ini cara mencuci tangan yang efektif ala R. Fera Ibrahim, dokter ahli mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia:
1.Cuci tangan jangan terlalu cepat karena ada beberapa bagian tangan yang perlu dijangkau
2. Gunakan air mengalir dan sabun untuk menghilangkan kuman. Penggunaan cairan antiseptic hanya sebagai disinfektan kuman tana menghilangkannya.
3. Jangan lupa mengeringkan tangan dengan tisu sekali pakai. Jangan menggunakan tisu yang sudah terkena air atau basah, bekas orang lain. Jangan pula menggunakan kain lap bergantian.
4. Jangan menggunakan sabun yang solid atau padat, lebih baik menggunakan sabun cair. Sebab sabun solid ada kemungkinan bisa menjadi media tumbuhnya kuman.
5. Tidak menggunakan mesin pengering tangan yang menyemprot ke bawah atau jet air karena malah bisa menyebabkan kuman kemana-mana, dalam radius 1-2 meter.
tipsanda.comTrailer Baru Assassin's Creed III Diluncurkan
CALIFORNIA - Video penggoda (trailer) terbaru dari judul permainan Assassin's Creed III telah beredar di internet dengan tajuk Assassin's Creed III Rise. Sekuel game yang paling dinantikan itu dipastikan meluncur 31 Oktober 2012 dan menampilkan tokoh jagoan bernama Ratohnaké:ton (Connor).
Dilansir Gamershell, Kamis (5/7/2012), permainan Assassin's Creed III mengambil setting di masa Revolusi Amerika pada abad ke-18. Game ini menampilkan jagoan baru yang bergelut pada bentrokan yang memicu perang antar dua kubu, yakni tentara George Washington Continental dengan Angkatan darat Inggris.
Permainan ini mengandalkan mesin game Ubisoft-AnvilNex dan dikembangkan oleh Ubisoft Montreal yang berkolaborasi dengan enam studio Ubisoft lainnya. Permainan itu akan tersedia di PC, Xbox 360, PlayStation 3 serta Nintendo Wii U.
Informasi yang terungkap sebelumnya menyebutkan, game Assassin's C reed ini memiliki sentuhan seni pada desain konsep art yang ditampillkan. Oleh karena itu, bersamaan dengan waktu peluncurannya, Titan Books akan merilis buku The Art of Assassinâs Creed III.
Memiliki 144 halaman, buku tersebut diklaim memiliki hardcover dengan tampilan berkualitas tinggi. Menampilkan tampilan art mengenai tokoh jagoan Connor. Tidak hanya itu, terdapat pula tulisan komentar yang dibuat oleh talenta berbakat yang bekerja untuk permainan itu. (fmh)
Sindikasi techno.okezone.comBus Yang Eksklusif Dan Inovatif
Gingerbread Masih Dominasi Perangkat Android
CALIFORNIA â" Meski sejak bulan lalu adopsi Ice Cream Sandwich (ICS) mengalami peningkatan, tapi sebagian besar perangkat Android masih berbasis Android 2.3 Gingerbread. Data terbaru tentang jumlah pengguna aktif Android itu dirilis oleh Android Developer.
Dilansir dari Mashable, Rabu (4/7/2012), pada 2 Juli, 64 persen dari perangkat Android menggunakan versi 2.3 Gingerbread, sedangkan Ice Cream Sandwich (ICS) menguasi 10,9 persen. Meski pengguna perangkat Android Gingerbread masih mendominasi, tapi ternyata jumlahnya berkurang sebesar 1 persen dibandingkan bulan lalu.
Sebagai perbandingan, bulan lalu ada 7,1 persen perangkat aktif yang menggunakan Android ICS, dan 65 persen untuk Gingerbread.
Sementara itu, Android 2.2 Froyo masih memiliki cukup kuat menguasai pangsa pasar dengan 17,3 persen dan versi Android yang cukup âtuaâ 2.1 Eclair hanya menguasai 4,7 persen perangkat.
Android terus meluncur dengan versi terbarunya. Tapi sayangnya, saat adopsi ICS terlihat lambat, versi terbaru Android yakni Jelly Bean juga memulai debutnya.
(adl)
Robot Pelipat Handuk Yang Unik
namun syang dalam pengembangannya robot ini masih terkesan lambat dalam aktifitasnya.
Mungkin saatnya mereka mencoba membuat lebih cepat dan tidak hanya handuk saja, mungkin kalau bisa kemeja, itu jauh lebih baik
Ilmuwan Ungkap Rahasia Kunci Proses Fotosintesis
WASHINGTON - Ilmuwan mengungkap rahasisa kunci dari proses fotosintesis yang dilakukan tumbuhan. Mereka berupaya untuk merinci langkah-langkah dari reaksi efisien yang mengubah cahaya matahari menjadi energi kimia di dalam tanaman dan bakteri.
Dilansir Biochemist, Rabu (4/7/2012), diprakarsai oleh ahli kimia dari Rensselaer Polytechnic Institute, penelitian mengenai fotosintesis itu mengungkap informasi penting di bagian tertentu pada proses fotosintesis, yang dinamakan Photosystem II. Temuan ini juga menyediakan penelitian dasar baru mengenai bagaimana tanaman secara efisien, mengubah dari energi cahaya matahari dan bisa menginformasikan perihal pengembangan generasi teknologi energi surya yang lebih efisien.
"Sistem fotosintesis dari tanaman mengungkapkan elaborasi mesin alam dalam skala nano. Tanaman ini mengubah energi cahaya pada efisiensi yang tak tertandingi di lebih dari 95 persen, ketimbang 10 sampai 15 persen teknologi surya buatan manusia saat ini," jelas K. V. Lakshmi, dari Rensselaer Polytechnic Institute.
Ia mengatakan, untuk menangkap efisiensi teknologi energi surya, mereka harus menguasai ilmu pengetahuan dasar tentang fotosintesisi. Ilmuwan harus memahami proses kimia di balik ultra efisien, konversi energi alam.
Penelitian baru ini berfokus pada satu dari dua reaksi photochemical yang digunakan tumbuhan untuk mengonversi energi matahari ke dalam energi kimia. Energi kimia itu yang menempati proses Photosystem II.
Secara khusus, peneliti mempelajari peningkatan dan aktivasi dari molekul substrat air di situs catalytic pada Photosystem II. Photosystem II merupakan protein kompleks pada tanaman dan cyanobacteria, yang menggunakan foton cahaya untuk memisahkan molekul air.
Hal ini dikenal sebagai oksidasi surya air. Proton dan elektron yang dihasilkan dari perpecahan ini kemudian digunakan oleh tanaman untuk bahan bakar sistem yang tersisa, dalam proses fotosintesis yang mengubah cahaya menjadi energi kimia.
"Air adalah molekul yang sangat stabil dan dibutuhkan empat foton cahaya untuk memisahkan air. Ini merupakan tantangan bagi ahli kimia dan ahli fisika di seluruh dunia," pungkasnya. (fmh)
Sindikasi techno.okezone.com